Pemuliaan Tanaman
Peneliti Pemuliaan Tanaman
Dr. Abdul Razak Purba Edy Suprianto, SP. MSc. Yurna Yenni, SP Muhammad Arif, SP Nanang Supena, SP Hernawan Yuli Rahmadi, SP Heri Adriwan Siregar, SP |  |
Pendahuluan
Salah satu penelitian dan pengembangan yang mendorong perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia adalah penyediaan bahan tanaman unggul yang diperoleh melalui aktivitas pemuliaan yang sistematis dan berkelanjutan. Kontribusi pemuliaan dapat dicerminkan melalui peningkatan potensi produksi rata-rata bahan tanaman. Pada era 1960-an produktivitas CPO dari bahan tanaman yang digunakan hanya 4,3 ton minyak/ha/tahun, dan pada 2007 potensi produksi bahan tanaman yang dihasilkan melalui program pemuliaan telah mencapai 8,1 ton/ha/tahun. Pemantapan program pemuliaan klasik dilakukan berdasarkan asas-asas genetika kuantitatif dan integrasi genetika molekuler (molecular breeding) ke dalam program pemuliaan klasik, diperkirakan akan menjawab tantangan dan peluang penyediaan bahan tanaman unggul bagi industri kelapa sawit di masa datang.
Perakitan bahan tanaman unggul dengan kualitas minyak yang tinggi melalui program backcross antara Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera.
Program silang balik telah dimulai sejak tahun 1990, dengan melakukan persilangan antara hibrida E. oleifera x E. guineensis dengan tetua E. guineensis. Dari hasil persilangan ini telah diperoleh sepuluh individu tanaman BC1 yang memiliki keunggulan produksi dan kualitas minyak. Pada tahun 2007, sebanyak lima dari sepuluh individu BC1 terpilih telah masuk dalam tahap pengambilan ortet untuk diperbanyak menggunakan teknik kultur jaringan. Dari perbanyakan klonal ini diharapkan akan diperoleh bahan tanaman elite dengan keunggulan dalam kualitas minyak dan kandungan beta karoten.
Pengembangan bahan tanaman kelapa sawit unggul melalui program seleksi Reciprocal Recurrent Selection (RRS).
Penanaman percobaan pemuliaan dura dan tenera/pisifera
Penanaman dilaksanakan pada April 2007, berlokasi di Blok 2007 Afdeling I Kebun Marihat PT. Perkebunan Nusantara IV. Jenis persilangan yang ditanam terdiri atas 54 persilangan DxD dan 36 persilangan TxT/P, dengan luasan keseluruhan mencapai 29,12 ha. Di kebun percobaan Aek Pancur sebanyak 418 pohon Dura Dumpy telah ditanam sepanjang tahun 2007.
Pelepasan Varietas Baru Kelapa Sawit DxP PPKS 540 dan DxP PPKS 718
Pada tahun 2007, Kelti Pemuliaan PPKS telah melepas 2 (dua) varietas kelapa sawit baru yakni DxP PPKS 540 dan DxP PPKS 718. Kedua varietas tersebut merupakan hasil seleksi siklus kedua program RRS (Reciprocal Recurrent Selection) yang dimulai tahun 1986
. DxP PPKS 540 (High Meso Variety) memiliki keunggulan dalam persentase daging buah (mesokarp) yang sangat tinggi, hingga 89%. Tingkat rendemen minyak laboratorium mencapai mencapai 32,3% dan tingkat produksi rata-rata pada best progeny mencapai 8,1 ton CPO/ha/tahun. Varietas dengan persentase mesokarp yang tinggi seperti DxP PPKS 540 ini sangat direkomendasikan bagi perusahaan perkebunan dengan produk akhir CPO, karena peningkatan produktivitas CPO dapat diperoleh melalui perbaikan karakteristik inheren (rendemen minyak), dengan input agronomi yang tetap. Varietas ini telah dilepas oleh Pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 371/Kpts/SR.120/7/2007 tanggal 5 Juli 2007.
DxP PPKS 718 (Big Bunch Variety) memiliki keunggulan dalam rerata bobot tandan (RBT) yang lebih tinggi. Nilai RBT yang tinggi ini telah tampak pada saat awal panen dan perbedaannya mencapai 9 kg dibandingkan dengan varietas lainnya pada saat tanaman berumur 9 tahun. Varietas ini sesuai untuk dikembangkan di daerah pertanaman yang ketersediaan tenaga pemanennya kurang mencukupi. Melalui penggunaan varietas ini pekebun hanya memerlukan 75% kapasitas tenaga memanen untuk mendapatkan bobot tandan yang sama. Varietas ini telah dilepas oleh Keputusan Menteri Pertanian No. 372/Kpts/SR.120/7/2007 tanggal 5 Juli 2007.
Dalam menindaklanjuti pelepasan varietas baru yang telah dilakukan, Kelti Pemuliaan Tanaman telah melakukan pemilihan 502 pohon induk baru yang berlokasi di Blok 2000, Afdeling VIII, Kebun Bah Jambi, PT. Perkebunan Nusantara IV. Proses penyerbukan buatan pada pohon induk baru tersebut telah dilaksanakan pada awal Juni 2007 dan diharapkan pada April 2008 kedua varietas baru tersebut telah dapat dipasarkan dengan kapasitas produksi mencapai 2 juta butir kecambah/tahun.