Penunjukan PPKS sebagai Pusat Unggulan IPTEKPada usianya yang genap 95 tahun, PPKS kian menorehkan banyak prestasi. Pada 19 Desember 2012, PPKS menjadi satu-satunya Pusat Penelitian dan Pengembangan yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK dari Kementerian Ristek dan Teknologi Republik Indonesia. Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab baru bagi PPKS yang patut disyukuri serta disikapi dengan optimisme yang lebih besar bahwa PPKS semakin dekat dengan visinya untuk menjadi centre of exellence bagi dunia perkelapasawitan nasional. Sekilas tentang Pusat Unggulan IPTEK
PUI merupakan suatu organisasi baik berdiri sendiri maupun berkolaborasi dengan organisasi lainnya (konsorsium) yang kemudian melaksanakan kegiatan-kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna IPTEK. PUI bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang (kelembagaan, sumberdaya dan jaringan IPTEK) menjadi bertaraf internasional dalam bidang yang tergolong prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan IPTEK dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait dengan pemahaman tersebut, maka Pusat Unggulan IPTEK yang dimaksud adalah institusi litbang yang memenuhi kriteria:
Masterplan PPKS sebagai Pusat Unggulan IPTEKPenetapan PPKS sebagai PUI tentu merupakan tanggung jawab baru yang tertuang dalam masterplan pengembangan PUI PPKS yang merangkum tujuan pengembangan, program dan kegiatan serta output yang dijanjikan dalam memenuhi mandat sebagai Pusat Unggulan IPTEK. PUI PPKS bertujuan untuk mendukung pencapaian visi PPKS agar menjadi lembaga penelitian bertaraf internasional yang mampu menjadi acuan bagi perkelapasawitan nasional. Pencapaian visi tersebut dilakukan melalui :
Kegiatan penelitian dan pengembangan PPKS sebagai PUI dititikberatkan pada penelitian terapan (applied research), meskipun penelitian dasar (basic research) dan pengembangan (development research) tetap dilakukan untuk menopang penelitian terapan. Kegiatan penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk dan paket teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh rakyat, praktisi perkebunan, pengambilan kebijakan, industri, dan dapat mendukung pengembangan industri kelapa sawit Indonesia sebagai komoditas strategis yang berdaya saing di dunia internasional. Program penelitian tersebut dilakukan oleh lintas kelompok peneliti di lingkup Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan lintas institusi yang berhubungan dengan kegiatan penelitian kelapa sawit di Indonesia. Dalam hal pola manajemen dan jaringan institusi, maka langkah dilakukan PPKS ke depannya yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu berdasarkan prosedur yang diterapkan pada standar sistem operasi, termasuk penyusunan dan penerapan berbagai prosedur operasional baku (SOP). Selain itu, PPKS juga akan mengusahakan terciptanya kondisi yang kondusif melalui kerjasama penelitian dengan pihak ketiga, seperti Litbang Pertanian maupun praktisi perkebunan seperti perkebunan negara, swasta dan rakyat, serta terus-menerus meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, dalam hal ini tenaga peneliti. Kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan pada dasarnya telah dilakukan PPKS melalui penyelenggaraan seminar internasional, pertemuan teknis, penerbitan jurnal terakreditasi, penerbitan publikasi populer, pelatihan, bantuan teknis bagi pelaku industri kelapa sawit, serta berbagai bentuk pelayanan jasa dan konsultasi bagi pekebun/pengelola pabrik kelapa sawit. Sebagai sebuah PUI, selanjutnya program diseminasi tersebut perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dalam masterplan PUI, PPKS juga memiliki tanggung jawab memenuhi output yang harus dicapai oleh sebuah PUI yang mencakup jurnal internasional, jurnal terakreditasi, paten terdaftar, produk terlisensikan, undangan untuk menjadi pembicara dalam konferensi internasional, undangan sebagai pemakalah internasional, kunjungan lembaga internasional ke PUI, kerjasama riset tingkat nasional dan internasional, dan kerjasama non litbang. Dengan dukungan seluruh keluarga besar PPKS, diharapkan visi dan misi yang tertuang dalam Masterplan Pusat Unggulan IPTEK dapat terwujud dalam memajukan industri kelapa sawit di Indonesia. |
- Melayani sejak 1916 Merupakan lembaga yang telah sejak lama mengabdi dalam riset perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Berkomitmen untuk kemajuan industri perkelapasawitan di Indonesia. Hingga kini konsisten melayani perkebunan rakyat, perkebunan negara dan swasta nasional.
- Menghasilkan benih berkualitas dari hasil penelitian mendalam Dihasilkan dari plasma nutfah terpilih melalui program pemuliaan yang telah memasuki siklus ketiga. Menghasilkan berbagai varietas dengan keunggulan spesifik.
- Sepenuh hati melayani rakyat Mempersiapkan kebutuhan bibit berkualitas dengan harga terjangkau. Memberikan layanan purna jual yang memuaskan.
- Memberikan hasil yang optimal bagi perkebunan Anda Terus menghasilkan varietas yang mengacu pada misi 35 - 26 (35 ton TBS/ha/tahun dan rendemen 26%)
- Menghasilkan minyak yang berkualitas Inovasi varietas dari masa ke masa diarahkan pada peningkatan kualitas minyak sawit.
- Menghadirkan keseragaman dengan hasil memuaskan Klon kelapa sawit komersial pertama di Indonesia melalui teknik kultur jaringan.
- Didukung fasilitas penelitian yang mutakhir Mendukung kebutuhan penelitian dasar dan terapan untuk memberikan pelayanan terbaik.
- Siap mendukung kelapa sawit lestari Menghasilkan teknologi yang ramah lingkungan untuk mendukung perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Munculnya konsep Pusat Unggulan IPTEK atau yang kerap disingkat dengan PUI ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan dan perlindungan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dalam negeri sebagai salah satu modal peningkatan daya saing suatu negara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengeluarkan serangkaian kebijakan yang salah satunya adalah membentuk Pusat Unggulan IPTEK.
Serangkaian program dan kegiatan telah disusun dan dibagi menjadi program pengembangan sumberdaya manusia (SDM), program penelitian dan pengembangan, pola manajemen dan jaringan institusi, serta program diesminasi hasil – hasil penelitian dan pengembangan. Program pengembangan SDM yang akan dilakukan berupa program pendidikan untuk peneliti muda dan program rekrutmen peneliti baru. Saat ini PPKS didukung oleh 59 peneliti dengan kualifikasi S3 (15 peneliti), S2 (17 peneliti), dan S1 (27 peneliti) dengan beberapa peneliti yang akan memasuki usia pensiun dalam 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, pendidikan peneliti muda dan rekrutmen peneliti baru diperlukan untuk regenerasi dan peningkatan kualisifikasi peneliti PPKS.
















