Pilihan Bahasa : 

Pengolahan Ekonomi dan SDM

TEKNO EKONOMI BUDAYA DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Angkatan I/2009 : 08-12 Juni 2009, Angkatan II/2009 : 09-13 November 2009

SASARAN PELATIHAN MATERI METODE PENYAMPAIAN
WAKTU PELATIHAN TEMPAT NARA SUMBER
PESERTA BIAYA PENDAFTARAN
 
LATAR BELAKANG
Walaupun Indonesia bukan daerah orijin tanaman kelapa sawit, Indonesia mempunyai peran penting dalam perkelapa-sawitan dunia. Diawali dengan introduksi tanaman pada 1848 dari Afrika, Indonesia menjadi negara pertama yang membangun industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit modern. Dalam kurun waktu 1,5 abad, perkembangan industri perkebunan kelapa sawit Indonesia cukup fenomenal: 1272 ha pada 1916, 110 ribu ha pada 1940, melonjak menjadi 1,3 juta ha pada 1990, dan saat ini telah melampaui 6 juta ha. Bahkan pada dekade ini, industri kelapa sawit INdonesia telah menjadi pemeran utama produksi dan ekspor kelapa sawit di dunia.
Perkembangan yang luar biasa ini tidak terlepas dari beragam faktor penting berikut:
  • Teknologi: Secara tekis, industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit didukung dengan ragam teknologi yang sangat mendukung daya saing dan daya tawar produk kelapa sawit di pasaran international dan domestik. Riset yang berkesinambungan telah menghasilkan teknologi benih dan bibit serta kultur teknis yang memungkinkan tingkat produktivitas minyak usaha perkebunan kelapa sawit jauh di atas tanaman penghasil minyak lainnya.
  • Sumber daya alam: Indonesia diberkati dengan daya dukung alamiah tanah dan iklim yang luas dan subur serta sangat kondusif bagi usaha perkebunan kelapa sawit.
  • Sumber daya manusia: Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang berkultur agraris, sehingga sangat mudah di didik untuk menjadi pekebun yang handal dan tangguh.
  • Sumber daya modal dan kebijakan: Pemerintah Indonesia cukup kondusif dalam memberikan kemudahan investasi dan perolehan modal bagi pembangunan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
  • Sebagaimana disebutkan di atas, ketersediaan modal finansial merupakan salah satu faktor yang tak dapat disepelekan bahkan seringkali menentukan. Peranan perbankan dalam pengembangan industri perkelapa-sawitan Indonesia sungguh besar.
Namun, sumberdaya manusia (SDM) yang bertugas melakukan tugas penilaian ekonomi dan finansial kebanyakan kurang memiliki wawasan makro, mikro-ekonomi perkelapa sawitan, apalagi hal teknis. Keterbatasan wawasan ini acapkali merugikan karena seringan resiko yang masih kasar. Padahal, usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang relatif bersifat jangka panjang dari segi waktu penggunaan modal, sangat perlu dikaji ketat pada sejak awal investasi dan juga pengawasan penggunaan modal pada masa operasional. SDM keuangan/permodalan yang bersentuhan dengan aktivitas tersebut sangat perlu dikembangkan kemampuan dan kepekaannya terhadap faktor-faktor kritis dan beresiko pada usaha perkebunan kelapa sawit.
Dalam rangka mengembangkan wawasan berpikir petugas yang bertugas dalam pemrosesan kelayakan finansial, analisis resiko kredit, pengambilan keputusan kredit bagi usaha perkebunan kelapa sawit, bahkan pengawasan pelaksanaan proyek, Pusat Penelitian Kelapa Sawit menyelenggarakan pelatihan TEKNO EKONOMI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT.
 







 

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 1760
  • Unique Visitor: 623
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.95
  • Since: 2010-01-10